Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.(Q.S. Al-Baqarah: 286)
Your cartYour cart is empty
Powered by
 

Fungsi Uang Islami vs Konvensional

Published: Thursday 18 March, 2010

by Merza Gamal
Sumber:http://www.mail-archive.com/syiar-islam@yahoogroups.com/msg05150.html


Menurut konsep Ekonomi Islam, uang adalah uang, bukan capital, sementara dalam
konsep ekonomi konvensional, konsep uang tidak begitu jelas. Misalnya dalam
buku Money, Interest and Capital karya Colin Rogers, uang diartikan sebagai uang dan capital secara bergantian. Sedangkan dalam konsep ekonomi Syariah uang adalah sesuatu yang bersifat flow concept dan merupakan public goods. Capital bersifat stock concept dan merupakan private goods. Uang yang mengalir adalah public goods, sedangkan yang mengendap merupakan milik seseorang dan menjadi milik pribadi (private good).

Islam, telah lebih dahulu mengenal konsep public goods, sedangkan dalam ekonomi konvensional konsep tersebut baru dikenal pada tahun 1980-an seiring dengan berkembangnya ilmu ekonomi lingkungan yang banyal membicarakan masalah
externalities, public goods dan sebagainya. Konsep publics goods tercermin
dalam sabda Rasulullah SAW, yakni "Tidaklah kalian berserikat dalam tiga hal,
kecuali air, api, dan rumput."

Persamaan fungsi uang dalam sistem Ekonomi Islam dan Konvensional adalah uang
sebagai alat pertukaran (medium of exchange) dan satuan nilai (unit of
account). Perbedaannya adalah ekonomi konvensional menambah satu fungsi lagi
sebagai penyimpan nilai (store of value) yang kemudian berkembang menjadi motif money demand for speculation, yang merubah fungsi uang sebagai salah satu komoditi perdagangan. Jauh sebelumnya, Imam al-Ghazali telah memperingatkan bahwa "Memperdagangkan uang ibarat memenjarakan fungsi uang, jika banyak uang yang diperdagangkan, niscaya tinggal sedikit uang yang dapat berfungsi sebagai uang."

Dengan demikian, dalam konsep Islam, uang tidak termasuk dalam fungsi utilitas
karena manfaat yang kita dapatkan bukan dari uang itu secara langsung,
melainkan dari fungsinya sebagai perantara untuk mengubah suatu barang menjadi
barang yang lain. Dampak berubahnya fungsi uang dari sebagai alat tukar dan
satuan nilai mejadi komoditi dapat kita rasakan sekarang. "Bubble Gum Economic"
telah meletus, dan resesi ekonomi global pun menyapa seluruh dunia (seperti yang terjadi saat ini).
Back