Karena sejak kita belum keluar dari OPEC negara kita ternyata dibebankan sebesar $US 2 juta untuk iuran tahunan namun besarnya iuran tidak serta merta membantu Indonesia keluar dari Krisis Harga Minyak saat itu. Jadi keluarnya Indonesia adalah keputusan yang dianggap sangat tepat untuk mengatasi krisis di Indonesia apalagi saat itu Indonesia sedang genjar-genjarnya konversi minyak tanah ke LPG.Indonesia saat ini memang sedang kesulitan dalam pengelolaan sumberdaya energi. Saat ini kebutuhan energi didalam negeri hampir 40% masih didominasi oleh minyak bumi. Sedangkan sisa lainnya dipenuhi dari batubara (yang mulai meningkat sejak 1980an), Gas lebih banyak dijual karena biasanya gas itu dijual dengan sistem kontrak. Karena sistem kontrak ini, maka harga gas tidak bisa serta-merta naik seperti harga minyak.
Kerja Keras Adalah Energi Kita. mungkin adalah kata yang tepat setelah kita keluar dari OPEC. Karena kita sudah berhemat 2 juta US dollar yang artinya Pertamina bisa kembali bekerja keras membangun kilang-kilang minyak baru dan memproduksi lebih banyak minyak untuk kebutuhan domestik. Agar pertamina bisa bersaing dengan perusahaan asing tentu membutuhkan kerja keras yang luar biasa untuk kebutuhan energi kita.
Sejak diundangkan UU No. 22/2001 tentang migas, perlahan-perlahan migas akan diliberalisasi. Dengan diberlakukan UU Migas yang baru terjadi perubahan pada pasar di sektor hilir Migas dari pola yang monopolistik menjadi kegiatan yang terbuka melalui mekanisme pasar. Artinya, Pertamina harus melepaskan monopolinya perlahan-lahan. Memang Pertamina merajai di sektor hilir. Ini tentu kerja keras pertamina bukan main-main lagi karena Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah merubah wajah dunia karena hampir setiap saat terjadi perubahan yang sangat signifikan dalam kehidupan dunia. Perubahan teknologi informasi telah membawa pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku masyarakat dan dunia usaha. Masyarakat mempunyai akses yang cepat dan akurat tentang perkembangan bisnis dunia. Masyarakat dapat menilai dan membandingkan berbagai barang dan jasa yang dijual kepada konsumen. Akses informasi yang hampir sempurna ini membawa akibat pada kecenderungan konsumen untuk mendapatkan barang dan jasa dengan kualitas yang terbaik dan harga yang lebih murah. Harga yang lebih murah hanya dapat dicapai oleh perusahaan yang sangat efisiensi. Efisiensi sangat besar artinya dalam kehidupan sebuah perusahaan apalagi dalam persaingan global.
Tentu sebagai perusahaan perminyakan Indonesia Pertamina harus mampu melakukan kerja keras untuk meningkatkan efesiensi produksi energi kita di bidang perminyakan. Karena setelah lepas dari OPEC harus bisa membuat Indonesia bangkit kembali sebagai negara pengekspor minnyak sekaligus memiliki daya saing yang luar biasa di mata dunia. Ayo Maju Pertamina untuk Indonesia.
blog comments powered by Disqus















